Tips Memasak 1: Bagaimana Menghafal Resep

Masak itu susah. Gitu kata teman2 yg belum biasa memasak (t’masuk aku;p). Tapi sayang dunk klo kesempatan meraih pahala disia-siakan begitu saja.
Dg memasak bisa meraih pahala? iya dunk, insya Alloh. karena memasak makanan adalah salah satu wujud pelayanan seorang istri pada suami dan keluarga. Tak sekedar memasakkan makanan yang enak dan bergizi, tapi yang lebih penting lagi adalah memasak makanan yang halal.

Klo dah diiming-imingi pahala, biasanya temen2 jadi semangat latihan masak;) tapi, yg namanya kendala ada aja. Mulai dari ga tahu resepnya, ga mengerti tehnik memasak, ga tahu bahan, dll.

Mungkin banyak dr kita ngeluh,
”Aku dulu pernah masak sayur lodeh. Tapi sekarang dah lupa, bumbunya apa aja yach?”
”Masakan segitu banyaknya…. gimana caranya bisa hafal apa aja bumbunya? Masa’ iya, tiap mau masak harus buka buku resep dulu.”

Dua kendala di atas juga menimpa saya.
Awal memasak ketika dulu masih ngekoz, saya masih suka sms ibu untuk skedar tanya, “Bu, bumbu2nya sayur lodeh apa aja? Klo sambal terong? dll”
Pasalnya, meski udah cukup sering masak masakan tertentu, saya masih juga suka lupa.
Akhirnya, tiap tanya ibu, langsung saya catat. Biar klo kpn2 mw masak, ga perlu tanya ibu lagi. Tapi… itu kan berarti masih harus liat catatan? Para ibu itu, kok bisa sih hafal resep segitu banyaknya?

Wow!!! Ternyata ada tipsnya lho, gimana caranya ”menghafal” resep :

1. Kenalilah bumbu-bumbu dasar masakan

Klo diamati, berbagai macam masakan indonesia itu mempunyai pola bumbu dasar yang sama. Oleh karena itulah akhirnya kita mengenal 3 macam bumbu dasar. Bumbu dasar merah, bumbu dasar putih, dan bumbu dasar kuning. Nah, masing-masing bumbu dasar ini nantinya bisa menjadi berbagai macam masakan dengan ditambah beberapa bumbu tambahan.
Contohnya:
Bumbu dasar merah: bisa dibuat rica-rica ayam, kering kentang, telur bumbu Bali, rendang, pepes, masakan2 yang ada unsur sambal baladonya, dll.
Bumbu dasar putih: tahu tempe bacem, gudeg, terik daging, sayur bobor, sayur lodeh, dll.
Bumbu dasar kuning: ayam goreng, kari, pepes, nasi kuning, dll
Oya, ada lagi bumbu Tumis. Bumbu tumis ini bisa dipakai untuk berbagai macam masakan yang ditumis.
Nah, daripada susah2 ngapalin bumbu, kenali saja… masakan ini, bumbu dasarnya apa?? Kemudian yg mgkn agak butuh utk diingat2, bumbu tambahannya apa?

Memang, ada juga masakan yg ga masuk ke salah satu bumbu dasar. Tapi, klo kita amati, bagaimanapun tiap jenis masakan punya pola bumbu dasar tertentu. Bahkan ga cuma sayuran atau lauk pauk, tapi juga kue-kue atau roti, dll. Cukup kita tahu resep dasarnya apa… dan insya Alloh kita bisa membuat berbagai kreasi masakan/ kue/ roti/ kudapan.

NB: ttg macam2 bumbu dasar, silahkan cari sendiri di buku resep/ internet yach;p
<klo saya, lebih suka bikin racikan bumbu dasar sendiri (baik komponen bumbu2nya maupun takaran), sesuai resep2 yg udah saya punya. Jadi ga manut ma yg di buku2 resep. Krn lebih sesuai ma resep keluarga. Dan krn bikin sendiri, lebih mudah diingat >

2. Kenalilah karakteristik bumbu dan bahan

Karakter bumbu meliputi rasa, bau, tekstur, wujud, warna, dll. (temen2 farmasi, masih ingat praktikum organoleptik kita paz smstr2? Organoleptik obat tapinya;p temen2 di TPHP mungkin lebih ahli dlm masalah organoleptik makanan;) )
Kenali juga manfaatnya. Manfaat artinya: dengan rasa yang dimiliki sang bumbu, maka ia cocok untuk masakan apa.
Kemudian kenali penggunaannya. Penggunaan artinya: bagaimana cara menggunakan bumbu tersebut, sesuai dg masakan yg hendak dibuat. Misal: daun kunyit dibuat seperti tali simpul dulu dan dicabik-cabik sebelum dimasukkan ke dlm masakan agar aroma yg kluar sempurna. Bawang putih, untuk bumbu masakan X, lebih cocoknya diiris/ dihaluskan/ dimemarkan/ dicincang kasar??
Dengan cara penggunaan bumbu yg benar, maka rasa masakan pun makin lezaaaaat. Meski bumbu2nya udah benar, tapi digunakan dg cara yg salah, maka rasa masakan pun bisa jadi kacau balau.

Ibu pernah bilang, salah satu cara mudah mengingat bumbu adalah mencocokkan rasa masakan yang akan kita masak dengan bumbu yg kita pake.
Misal: mau masak sayur bening (bayam). Rasanya kan seger tuh. Kaya’nya lebih cocok pake kencur deh. Ga mungkin jahe. (soalnya saya dulu pernah hampir salah… pake jahe, hehe. Untung ketahuan ibu. Klo ga, gimana coba rasanya????).
Trus ibu njelasin, kencur itu cocoknya untuk masak ini, ini dan ini. Klo jahe, cocoknya untuk masak itu, itu, dan itu.

Dengan mengenali karakter bumbu (dan bahan), juga lebih memudahkan kita klo mau bikin masakan baru. Kreasi sendiri gitu;))

3. Sering Memasak

Weiiiits… Jawaban klasik. Tapi begitulah. Ini seperti menghafal, dg cara membaca berulang-ulang. Tanpa sadar, otak pun sudah membentuk memori di dalam dirinya.
Tapi tak melulu agar hafal, tapi lebih ke meningkatkan sensitifitas lidah dlm merasa, hidung dlm mencium aroma, mata dalam melihat wujud masakan, dll.

Oke, selamat m’masak… dan jangan lupa kirim2 hasil masakannya. Tapi yg dikirim ke aku yg enak-enak aja yach ;))

One thought on “Tips Memasak 1: Bagaimana Menghafal Resep

  1. Hmm..dalam pikiran ana…Memasak adalah sebuah seni…Means, yah…emang sih suatu masakan itu punya pakem kenapa masakan ini disebut begini dan begitu kan terbedakan dengan komponen dan bumbu dasarnya (Bu Fafa, ini masakan bu…bukan resistor euy! kok pake komponen segala). Tapi, terlepas dari itu semua…bagi ana pribadi yang lebih suka berprinsip “free spirited” dan agak suka “membangkang” dan menyalahi aturan resep ==> karena ana suka coba-coba sesuatu, dan seringnya ya gak pake resep, tancep dan “sikat habis” aja….jadii malah suka ngacak dan ngarang aja komposisi bumbunya, tergantung apa yang ada di lemari heheh. Suka-suka ana aja deh…nanti lihat deh jadinya kayak apa *ini gak baik untuk ditiru aliyas -not recommended-*. Jaadiii..ya gitu deh, trial and error, tapi ya kebanyakan error daripada suksesnya bwehehehe.

    Tapi tetep lah, kalo buat perbandingan bumbu…ana masih punya standar khusus sih…cuman yah komposisi bumbu dan isinya aja itu lah yang kadang ngawur, nggak genah dan seadanya di dapur. Kayak kemarin, coba2x aja sih masak daging kambing tapi tambah kulit jeruk yang sunkist (yang wangi itu loh)…hmmm not so bad kok -menurut ana loh ya…karena lidah ana kan lidah yang cenderung “omnivora”-. Gak tahu juga deng, apakah emang ada masakan di belahan dunia atau di Indo yang beresep daging campur kulit jeruk (orange) gitu. Ada ide aja kemarin..habis kayaknya baunya jeruk kan wangi…ya udah, cemplungin aja.

    So, bagi ana…masak itu sebuah seni…yang melibatkan kreativitas, cita rasa, perasaan, pengindraan dan “manuver” (halahh kayak mau tempur aja). Suatu “masterpiece” *wewww, masterpiece booo* tentang seni “mengarang” resep, seni memadukan bahan, seni menakar hinga menghasilkan masakan yang selain enak juga diharap sehat, de-el-el. Adapun ana, kreativitas seninya adalah seni meng“amburadul”kan resep =^____^=.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s