Nikah itu penting, tapi….

Nikah itu penting, tapi… Bukan Segala-galanya.

Tentu lebih baik jika bisa cepat nikah. Dan siapakah yang ingin menunda-nundanya, mengingat manfaat yang bisa kita dapat setelah nikah.
Belum lagi, jika niat kita benar-benar ikhlas karena ingin melaksanakan sunnah Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam.

Tapi, bagaimana jika meski sudah berusaha tapi -qodarulloh- belum bisa segera menggenapkan separuh dien??

Haruskah bersedih hati? Gundah gulana tak karuan?
Atau… malah kemudian menerjang larangan-Nya demi memenuhi hasrat cinta yang tak bisa lagi terbendung?

Hati kadang terusik saat teman-teman berkata,
”Kapan nich nyusul?”
”Ayo, tinggal kamu lho…”
“Nunggu apa lagi sich???”

Terlebih saat melihat teman-teman kita udah pada nggendong bayi, yang lagi pada hamil, atau sedang berjalan berdua dengan suaminya. Terkadang muncul rasa cemburu (syaithan emang bener2 pinter memunculkan rasa hasad di hati akan kenikmatan saudari2 kita ya..)
Teman-teman yang biasa bersama kita pun, kini seakan tak ada waktu untuk sedikit berbincang dengan kita. Mereka sibuk dengan kehidupan baru-nya masing-masing.

Ah! Tiap orang udah punya jalan hidupnya masing-masing. Punya jatah rizkinya masing-masing. Punya jodohnya masing-masing. Dan punya waktu terbaiknya masing-masing.

Bukankah Allah telah Menetapkan jodoh kita 50 ribu tahun sebelum langit dan bumi diciptakan. Pena takdir pun telah diangkat. Maka, apa yang harus dirisaukan??

Teringat dengan sebuah hadits Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam..

”Sungguh menakjubkan kehidupan seorang mukmin. Seluruh keadaan baik baginya. Jika ia mendapatkan apa yang disukainya, ia memuji Allah dan itu baik baginya. Dan jika tertimpa apa yang tidak disukainya ia bersabar dan hal ini juga baik baginya. Dan tidak ada seorang pun yang keadaannya lebih baik baginya kecuali orang mukmin.”

(HR. Ad Darimi dan Ahmad. Hadits shahih dalam kitab Silsilah al-Ahaadits ash-Shahihah 147)

Jika saat ini, qodarulloh masih harus single, jadilah single yang tetep happy n’ ceria. Berusahalah sabar dan ridha dengan ketetapan-Nya. Dan tetep bersemangat meraih hal-hal yang bermanfaat.
Kali aja bisa masuk ke perkumpulan Jojoba. Jomblowati-jomblowati bahagia;p
Ups, ga skedar jojoba. Tapi Jojoba dg segudang manfaat;D

Mumpung masih single, nikmati aja!!
Manfaatkan waktu sebaik2nya. Mumpung masih bisa sering2 datang ke kajian. Mumpung masih bisa menuntut ilmu syar’i secara maksimal. Mumpung masih bisa birrul walidain (kan klo dah nikah, istri hrz ngutamain suami dibanding ortu). Dan mumpung belum perlu izin suami klo mau ngapa2in (klo mau pergi2 mksdnya, dll).

Daripada sibuk mengeluh dan bersedih… mending gunakan waktu untuk mempersiapkan diri menjadi yg istri yang shalihah.
Sehingga, jika waktu itu datang… kita sudah siap menyambutnya dg ilmu dan kemampuan.

Banyak2 menuntut ilmu, karena kita butuh ilmu untuk beramal.
Ilmu mengenai hal2 yg wajib dan sunnah yang perlu dilaksanakan dalam pernikahan.
Ilmu mualamah dengan suami. Ilmu berbakti dan melayani suami. Ilmu untuk mendidik anak. Ilmu mengurus rumah, masak, njahit, beres2…

Jika tiba-tiba rasa sepi mendera, sendiri jadi begitu menyiksa… dan air mata pun mengalir deras.. maka cukuplah Allah, Dzat tempat kita mengadu.
Merengeklah pada-Nya…

Terus memohon dan berdoa kepada-Nya.
Meminta keteguhan hati. Meminta agar dijaga diri dan kehormatannya.
Meminta… tak sekedar suami yang shalih dan baik agamanya
Tapi juga meminta agar dipertemukan dengan”nya” dengan cara yang syar’i
Agar pertemuan kita dengan”nya” dapat mendatangkan berkah dan ridha-Nya
Bukan justru mendatangkan murka-Nya (krn bertemu dg cara yg tidak syar’i)

Nikah itu penting, tapi bukan segala-galanya.
Yang terpenting, menyiapkan diri menjadi yang terbaik.
Berusaha dengan usaha terbaik -yang sesuai syar’iat-
Berdoa dengan doa terbaik.
Tawakkal dengan tawakkal terbaik.
Semoga kelak, mendapat yang terbaik pula.
Mendapat pernikahan terbaik.
Dan menjadi istri yang terbaik ^-^

Seorang muslim itu lebih percaya dan yakin dengan apa yang ada di Tangan Allah, daripada apa yang berada di tangannya…

Dan ingatlah bahwa stiap kondisi adlh baik utk seorang mukminah.
saat ia single, dan m’dpt cobaan… maka ia b’usaha utk tetap mjd single yg sholihah
saat ia tlah mjd seorang istri, dan m’dpt cobaan, mk ia b’usaha utk tetap mjd istri yg sholihah
saat ia tlah mjd seorang ibu, dan m’dpt cobaan, mk ia b’usaha utk tetap mjd istri sekaligus ibu yg sholihah

Alhamdulillah ‘ala kulli hal

Special ditulis utk para Jojoba, Keep Happy!!
*hehe. apa coba maksudnya?;p*

–yang masih menanti Bintang hatinya–

note:
Tulisan ini sama sekali bukan anjuran untuk berlama-lama single. Sungguh, aku memohon kepada Allah agar Memudahkan dan Menyegerakan setiap jojoba untuk menggenapkan separuh diennya.
Tulisan ini adalah agar setiap muslim memandang BAIK setiap kondisi yang sedang terjadi padanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s