Archive | Juni 2011

Penerimaan calon warga wisma muslimah Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA) Forum Kegiatan Kemuslimahan Al-Atsari (FKKA)

Penerimaan  calon warga wisma muslimah

 

Bismillahirrahminirrahiim…

Wisma akhwat Roudlotul ‘Ilmi membuka kesempatan kepada seluruh ukhti muslimah yang berdomisili di Yogyakarta untuk bergabung bersama. Berikut adalah info ringkas tentang Wisma

Kategori Pertama

Nama wisma Roudhlotul ‘Ilmi 1

Fasilitas:

  • Luas kamar 2,8 x 2,8 m (jumlah keseluruhan 11 kamar, kamar kosong sebanyak 5 kamar)
  • Lantai keramik
  • Lokasi dekat dengan Kampus UGM (terutama fakultas teknik)
  • Tempat parkir luas
  • Perpustakaan
  • Tersedia dapur
  • 3 kamar mandi dan tempat mencuci pakaian yang luas
  • Tempat menjemur luas
  • Ta’lim dan Belajar Bahasa  Arob
  • InsyaAlloh kondusif untuk belajar
  • – Harga kamar 2.000.000/ per tahun

Syarat:

  • Muslimah berjilbab
  • Semangat dan kesungguhan menuntut ilmu syar’i.
  • Bersedia menaati peraturan wisma.

Kategori Kedua

 Nama wisma Roudhlotul ‘Ilmi 2

  • Luas kamar 2,3 x 2,3 m (jumlah keseluruhan 8kamar, kamar kosong sebanyak 2 kamar)
  • Lantai keramik
  • Lokasi dekat dengan Kampus UGM (terutama fakultas teknik)
  • Tempat terbatas
  • Perpustakaan
  • 2 kamar mandi
  • Tempat menjemur luas
  • Ta’lim dan Belajar Bahasa  Arob
  • InsyaAlloh kondusif untuk belajar
  • – Harga kamar 1.250.000/ per tahun

 

 

 

Alamat Wisma:

Pogung Dalangan SIA XVI RT 10/50 No 27A Sinduadi  Mlati  Sleman Yogyakarta.

Informasi :

085729428242

085228016597

Kategori Ketiga

Nama wisma Hilyah

Fasilitas:

  • Bentuk gedung : Rumah Kontrakan (biaya kontrak 1 rumah 12/ per thn 12 jt dibagi banyaknya penghuni , maks 8 orang)
  • Luas kamar berfariasi 3 x 3 , 3 x 2,5 ( 2 kamar ) 3 x 2,6 (Jumlah keseluruhan kamar 4)
  • Tempat parker luas
  • Ruang tamu luas
  • Dapur luas
  • Lokasi dekat dengan Kampus UGM (terutama fakultas teknik)
  • Tempat menjemur
  • Ta’lim dan Belajar Bahasa  Arob
  • InsyaAlloh kondusif untuk belajar

 

Alamat Wisma:

Pogung Rejo No 391 RT 13/51 Sinduadi  Mlati  Sleman Yogyakarta.

Informasi :

085292995015

Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA)

Forum Kegiatan Kemuslimahan Al-Atsari (FKKA),

Iklan

Tips Memasak 2: Yukz, Bersahabat dengan Garam

Masak sayur tanpa garam? Fuuuf, hambar! Kurang enak rasanya. Tapi, garam kan kurang bersahabat dg tubuh. Tingginya supan garam dapat meningkatkan resiko terkenanya tekanan darah tinggi. Belum lagi ginjal yang harus bekerja keras akibat membuang kelebihan sodium.

Garam mengandung unsur Natrium (sodium) dan Khlor (NaCl). Sodium inilah yang sebenarnya dibutuhkan untuk mengatur keseimbangan cairan tubuh dan kinerja transmisi syaraf dan otot. Unsur ini sebenarnya sudah bisa kita dapat dari bahan makanan lain seperti daging, ikan hingga keju. Namun, bagi kebanyakan orang Indonesia, rasanya kurang menggigit jika sodium tidak bertemu khlor. Artinya, tetap saja kita lebih suka menggunakan garam.

Anjuran mengonsumsi garam per hari sekitar 2.300 mg atau sekitar setara 1 sendok teh. Namun, siapa tahu jumlah garam yang terdapat pada makanan yang kita makan??

Tapi, apakah kita sampai perlu benar2 menghilangkan garam dari masakan kita? Bagaimanapun garam memiliki beberapa manfaat, antara lain: memberi rasa asin pd masakan, memberi efek rasa gurih pada masakan bercita rasa manis atau kue, memaksimalkan kerja ragi pada pembuatan roti, membuat putih telur kocok cepat kaku dan tahan lama karena garam membantu proses protein pada telur cepat mengembang, menguatkan cita rasa sayuran, di samping menjaga kandungan mineral sayur tidak larut dalam air. Serta untuk mengawetkan makanan.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk bisa bersahabat dg garam. Bagaimana caranya? Simak deh tips2 berikut:

1. Sayur dan sup KALENGAN, daging olahan, dan aneka makanan berpengawet cenderung mengandung sodium yang tinggi. Karena itu lebih baik MEMILIH bahan MAKANAN dalam kondisi SEGAR.

2. BATASI KONSUMSI bahan makanan kemasan berpengawet. Seperti sosis atau daging asap. Juga makanan yang diawetkan dalam garam/ cuka seperti acar. Atau bumbu kemasan kecap atau saus tomat. Jika anda penyuka ikan asin, tak ada salahnya mengurangi frekuensinya dalam hidangan harian keluarga.

3. PILIHLAH MAKANAN yang mencantumkan ”reduced sodium” atau ”lower sodium” pada kemasannya. Sayur dan sup kalengan biasanya menyediakan versi rendah sodium. Begitu pula aneka kreker yang memberi pilihan rendah garam dan variasi lain yang lebih sehat.

4. Dalam memilih snack pun, PERHATIKAN BERAPA KANDUNGAN SODIUM snack tersebut. Pilih snack yang kandungan sodiumnya rendah.

5. SAAT MEMASAK, cobalah hilangkan setengah bagian dari yang tercantum di resep anda. Dengan membiasakan hal ini, maka konsumsi garam akan berkurang dan lama-lama menjadi pola masak harian anda.

6. MASAKLAH DENGAN ANEKA REMPAH. Aroma dan rasanya akan mengurangi kebutuhan garam dalam masakan.

7. SINGKIRKAN GARAM meja di meja makan. Dengan demikian, anda tak punya alasan untuk menambahkan garam pada hidangan yang tersedia. (dan smoga anda tak terlalu rajin untuk sampai mengambil garam di dapur;p)

8. Jika saat anda memasak ternyata masakan anda terlalu asin, MASUKKAN SEPOTONG KENTANG ke dalam masakan yang sedang mendidih karena kentang menyerap asin.

Nah, jika anda sudah mengurangi asupan sodium, baik juga sambil MENINGKATKAN KONSUMSI POTASIUM. Jenis mineral ini baik bagi kesehatan jantung. Fungsinya antara lain membantu mengatur tekanan darah, menjaga kontraksi jantung, dan dapat mencegah stroke. Potasium banyak terdapat dalam sayur dan buah. Dan kebetulan, sayur dan buah mengandung sodium yang rendah. Jadi sunggguh klop untuk membantu anda bersahabat dengan garam.

# # Plus-plus: saya paling suka dg tips no 5 dan 6. Menurut saya, dua tips tersebut adalah tips yang paling efektif dan bermanfaat. Dua tips yang sebaiknya dikombinasikan. Karena, jika takaran garam dikurangi, biasanya cita rasa masakan jadi agak lemah. Maka, untuk mengakalinya adalah dengan memasak memakai aneka rempah. Atau, dengan mengotak-atik takaran dari rempah-rempah yg kita gunakan agar cita rasanya tetap selezat klo pake garam banyak. Nah, di sinilah kemampuan memasak kita diuji (Ceileee…). Soalnya, klo takaran rempah2nya ga pas, ntar cita rasa masakannya bisa jadi ”tak terdefinisikan” (sakiiing aneh rasanya;p)

Referensi:
1. Kamus Lengkap Bumbu Indonesia, Odilia Winneke dan Rinto Hapsari, Penerbit Gramedia, Jakarta 2001
2. Majalah Sedap, Paduan Cita rasa dan Seni Kuliner. Edisi 3/VIII/2007

Tips Memasak 1: Bagaimana Menghafal Resep

Masak itu susah. Gitu kata teman2 yg belum biasa memasak (t’masuk aku;p). Tapi sayang dunk klo kesempatan meraih pahala disia-siakan begitu saja.
Dg memasak bisa meraih pahala? iya dunk, insya Alloh. karena memasak makanan adalah salah satu wujud pelayanan seorang istri pada suami dan keluarga. Tak sekedar memasakkan makanan yang enak dan bergizi, tapi yang lebih penting lagi adalah memasak makanan yang halal.

Klo dah diiming-imingi pahala, biasanya temen2 jadi semangat latihan masak;) tapi, yg namanya kendala ada aja. Mulai dari ga tahu resepnya, ga mengerti tehnik memasak, ga tahu bahan, dll.

Mungkin banyak dr kita ngeluh,
”Aku dulu pernah masak sayur lodeh. Tapi sekarang dah lupa, bumbunya apa aja yach?”
”Masakan segitu banyaknya…. gimana caranya bisa hafal apa aja bumbunya? Masa’ iya, tiap mau masak harus buka buku resep dulu.”

Dua kendala di atas juga menimpa saya.
Awal memasak ketika dulu masih ngekoz, saya masih suka sms ibu untuk skedar tanya, “Bu, bumbu2nya sayur lodeh apa aja? Klo sambal terong? dll”
Pasalnya, meski udah cukup sering masak masakan tertentu, saya masih juga suka lupa.
Akhirnya, tiap tanya ibu, langsung saya catat. Biar klo kpn2 mw masak, ga perlu tanya ibu lagi. Tapi… itu kan berarti masih harus liat catatan? Para ibu itu, kok bisa sih hafal resep segitu banyaknya?

Wow!!! Ternyata ada tipsnya lho, gimana caranya ”menghafal” resep :

1. Kenalilah bumbu-bumbu dasar masakan

Klo diamati, berbagai macam masakan indonesia itu mempunyai pola bumbu dasar yang sama. Oleh karena itulah akhirnya kita mengenal 3 macam bumbu dasar. Bumbu dasar merah, bumbu dasar putih, dan bumbu dasar kuning. Nah, masing-masing bumbu dasar ini nantinya bisa menjadi berbagai macam masakan dengan ditambah beberapa bumbu tambahan.
Contohnya:
Bumbu dasar merah: bisa dibuat rica-rica ayam, kering kentang, telur bumbu Bali, rendang, pepes, masakan2 yang ada unsur sambal baladonya, dll.
Bumbu dasar putih: tahu tempe bacem, gudeg, terik daging, sayur bobor, sayur lodeh, dll.
Bumbu dasar kuning: ayam goreng, kari, pepes, nasi kuning, dll
Oya, ada lagi bumbu Tumis. Bumbu tumis ini bisa dipakai untuk berbagai macam masakan yang ditumis.
Nah, daripada susah2 ngapalin bumbu, kenali saja… masakan ini, bumbu dasarnya apa?? Kemudian yg mgkn agak butuh utk diingat2, bumbu tambahannya apa?

Memang, ada juga masakan yg ga masuk ke salah satu bumbu dasar. Tapi, klo kita amati, bagaimanapun tiap jenis masakan punya pola bumbu dasar tertentu. Bahkan ga cuma sayuran atau lauk pauk, tapi juga kue-kue atau roti, dll. Cukup kita tahu resep dasarnya apa… dan insya Alloh kita bisa membuat berbagai kreasi masakan/ kue/ roti/ kudapan.

NB: ttg macam2 bumbu dasar, silahkan cari sendiri di buku resep/ internet yach;p
<klo saya, lebih suka bikin racikan bumbu dasar sendiri (baik komponen bumbu2nya maupun takaran), sesuai resep2 yg udah saya punya. Jadi ga manut ma yg di buku2 resep. Krn lebih sesuai ma resep keluarga. Dan krn bikin sendiri, lebih mudah diingat >

2. Kenalilah karakteristik bumbu dan bahan

Karakter bumbu meliputi rasa, bau, tekstur, wujud, warna, dll. (temen2 farmasi, masih ingat praktikum organoleptik kita paz smstr2? Organoleptik obat tapinya;p temen2 di TPHP mungkin lebih ahli dlm masalah organoleptik makanan;) )
Kenali juga manfaatnya. Manfaat artinya: dengan rasa yang dimiliki sang bumbu, maka ia cocok untuk masakan apa.
Kemudian kenali penggunaannya. Penggunaan artinya: bagaimana cara menggunakan bumbu tersebut, sesuai dg masakan yg hendak dibuat. Misal: daun kunyit dibuat seperti tali simpul dulu dan dicabik-cabik sebelum dimasukkan ke dlm masakan agar aroma yg kluar sempurna. Bawang putih, untuk bumbu masakan X, lebih cocoknya diiris/ dihaluskan/ dimemarkan/ dicincang kasar??
Dengan cara penggunaan bumbu yg benar, maka rasa masakan pun makin lezaaaaat. Meski bumbu2nya udah benar, tapi digunakan dg cara yg salah, maka rasa masakan pun bisa jadi kacau balau.

Ibu pernah bilang, salah satu cara mudah mengingat bumbu adalah mencocokkan rasa masakan yang akan kita masak dengan bumbu yg kita pake.
Misal: mau masak sayur bening (bayam). Rasanya kan seger tuh. Kaya’nya lebih cocok pake kencur deh. Ga mungkin jahe. (soalnya saya dulu pernah hampir salah… pake jahe, hehe. Untung ketahuan ibu. Klo ga, gimana coba rasanya????).
Trus ibu njelasin, kencur itu cocoknya untuk masak ini, ini dan ini. Klo jahe, cocoknya untuk masak itu, itu, dan itu.

Dengan mengenali karakter bumbu (dan bahan), juga lebih memudahkan kita klo mau bikin masakan baru. Kreasi sendiri gitu;))

3. Sering Memasak

Weiiiits… Jawaban klasik. Tapi begitulah. Ini seperti menghafal, dg cara membaca berulang-ulang. Tanpa sadar, otak pun sudah membentuk memori di dalam dirinya.
Tapi tak melulu agar hafal, tapi lebih ke meningkatkan sensitifitas lidah dlm merasa, hidung dlm mencium aroma, mata dalam melihat wujud masakan, dll.

Oke, selamat m’masak… dan jangan lupa kirim2 hasil masakannya. Tapi yg dikirim ke aku yg enak-enak aja yach ;))

Cintai Suami kita apa adanya……

Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan Saya menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.

Dua tahun dalam masa pernikahan,saya harus Akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.

Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.

“Mengapa?”, dia bertanya dengan terkejut. “Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan”. Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya? Dan akhirnya dia bertanya, “Apa yang dapat saya lsayakan untuk merubah pikiranmu?”.

Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, “Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya: Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati.

Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?” Dia termenung dan akhirnya berkata, “Saya akan memberikan jawabannya besok.”. Hati saya langsung gundah mendengar responnya.

Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan …

“Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya.” Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.

” Sayang ketika kamu mengetik di komputer lalu program-program di PC-nya kacau dan akhirnya kau menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-jari saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya dan kamu bisa menyelesaikan pekerjaanmu.

Sayang, kamu juga selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang.

Sayang, kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk menunjukkan jalan kepadamu.

Sayang, kamu selalu sakit dan pegal-pegal pada waktu “teman baikmu” datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.

Cinta, ketika kamu sedang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi “aneh”. Maka saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang saya alami.

Cinta, kamu terlalu sering menatap layar kaca TV dan Komputermu serta membaca buku sambil tiduran dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, maka saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu. Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu.

“Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku. Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu. Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, matsaya, tidak cukup bagimu. Saya tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu.”

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.

“Dan sekarang, sayangku, kamu telah selasai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu. Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan saya masuk untuk membereskan barang-barangku, dan saya tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagia saya bila kau bahagia.”

Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.

Aku peluk dia penuh kebahagiaan, oh, kini aku tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai aku lebih dari dia mencintaiku.

Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, padahal tanpa kita sadari Cinta itu telah terwujud dalam bentuk yang lain walau tidak sesuai dengan wujud yang kita harapkan

Seringkali kali kita menuntut Cinta kepada pasangan kita, namun jarang terfikir oleh kita sejauhmana Cinta yang telah kita berikan padanya. Berikan Cinta Kasih yang tulus kepadanya, kalaupun dia belum membalasnya yakinlah Allah pasti akan membalas dan membisikkan CintaNYA kepadanya untuk diberikan kepada kita.

——– from Chicken Soup ———– Lupa edisi yg mana, hehe————–

~Pahamilah… suami kita berbeda dengan kita. Kita wanita,,, adalah makhluk sensitif yg setiap saatnya sering melibatkan perasaan kita dalam segala hal. Kita lebih cenderung ingin selalu mengungkapkan persaan kita dlm segala bentuk keromantisan. Tapi sadarilah…. suami kita, berbeda dg kita. Dia adalah laki-laki yg sedari kecil diajari untuk selalu terlihat tegar. Fitrahnya sebagai laki-laki,,, membentuknya sbg pemimpin,, yg hendaknya selalu berpikir bijak dan harus pandai mengelola ekspresi perasaan. Suami kita… bukan makhluk tanpa perasaan…. hanya saja, ia mewujudkan cintanya dalam bentuk lain,,, yg kita hanya perlu sedikit lebih peka untuk menyadarinya…~

“Dan kita tahu..,. dalam setiap tetes keringatnya,,, badan lelahnya stiap pulang kantor…. senyumnya yg tetap mengembang meski ia begitu lelah sharian mencari nafkah… lapar yg ia tahan, ketika ia lebih memilih m’bawa pulang makanan enak yg ia dpt agar bisa ia makan bersama istrinya…. tegurannya ketika ia tahu istrinya suka ngebut ktk naik motor… diamnya ketika ia marah,, krn ia tak mau sampai berkata kasar pada istri…ketahuilah,,itu smua adalah wujud cintanya”

Allah Ta’ala berfirman, yang artinya,  “Mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka.” (al-Baqarah: 187)

Info pendaftaran Mahasiswa LIPIA Jakarta Juni Juli 2011

Pendaftaran dibuka untuk I’dad, Takmily dan Syari’ah Putra dan Putri.

 

Waktu pendaftaran : 20 Juni sampai 5 Juli 2011 (Sekitar 2 pekan tidak spt biasanya hanya 3-5 hari saja)

 

Waktu Ujian : Selasa 13 September 2011 ( Terpaut jauh sekali karena ada liburan musim puanas: Ijazah Shoifiyyah)

 

Tempat Pendaftaran : Kampus LIPIA. Jl. Buncit Raya No. 5A Jakarta Selatan

Fax: 021-7826002 PO. Box 3345 Kode Pos : 10002

 

Untuk informasi yang lain silahkan telpon ke kantor LIPIA langsung Telp : 021-7814485-7814486

 

Materi Test:

1. Materi Ujian I’dad Lughowy meliputi : Mufrodat (Kosa Kata) Fahmul Maqru’ Ashwat, Nahwu & Shorof. 2 Semester kemaren tidak ada Ujian Syafahi / Lisan, jadi hanya ada ujian tulis saja. Dan di semester terakhir kemaren rata-rata semua mahasiswa yg ikut tes diterima, kecuali yang nilainya lemah atau parah sekali.

2. Materi Ujian Takmily meliputi : Maharoh Lughoh mulai Nahwu Shorof dan Balaghoh, sangat diutamakan yang berasal dari I’dad LIPIA sendiri, karena soalnya banyak dari materi Balaghoh I’dad

3. Materi Ujian Syariah meliputi : Aqidah, Tafsir, Fiqih, Usul Fiqih, Tsaqofah, Hadits, Ilmu Hadits dll.

Agak berat memang untuk materi tes masuk syariah di LIPIA, maka harus banyak belajar.

 

Syarat Pendaftaran :

1. Calon Mahasiswa sudah tamat aliyah atau yang sederajat untuk bagian :

– I’dad Lughowi : nilai rata-rata minimal 8 dan ijazah belum lewat 4 tahun

-Takmily : nilai rata-rata minimal 8 dan ijazah belum lewat 4 tahun.

-Syari’ah: nilai rata-rata minimal 8 dan ijazah belum lewat 5 tahun.

2. Sehat jasmani & rohani

3. Berkelakuan baik

4. Mampu berbahasa arab dengan baik ( baca, tulis dan bicara )

5. Hafal Al-Qur’an (Minimal 2 juz untuk Takmily, 3 juz untuk Syari’ah).

6. Mengkhususkan diri sepenuhnya untuk belajar di LIPIA

7. Belum pernah diberhentikan dari LIPIA

8. Lulus tes tulis & tes lisan

 

Berkas yang diperlukan

1. Foto Copy Ijazah yang sudah dilegalisir

2. Transkrip nilai & raport terakhir

3. Surat Keterangan Berkelakuan Baik dari Kepolisian yang masih berlaku / SKCK (asli)

4. Surat Keterangan Sehat dari Dokter yang masih berlaku (asli)

5. Foto copy KTP yang masih berlaku

6. Pas Foto terbaru : (4×6) 2 lembar, (3×4) 2 lembar, (2×3) 2 lembar

7. Rekomendasi dari Sekolah atau tokoh masyarakat ( Diutamakan sekali ).

 

Masa belajar :

I’dad Lughowi : 2 tahun ( 4 semester )

Takmily (Pra Universitas) : 1 tahun ( 2 semester)

Syariah (S1) : 4 tahun ( 8 semester )

 

Informasi ini didapat dari pengumuman yang ditempel di LIPIA Jakarta ( Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab)

Pola Masak Sehat?!? Of Course!

Alhamdulillah…. genap sudah,,, 8 bulan berusaha memasak sehat,,, Alhamdulillah dapat lingkungan yg mendukung. Dulu pas msh lajang, aku sulit mempraktekinnya, alhamdulillah stelah nikah,, justru suami yg minta, dan beliau slalu protes klo masakannya beliau nilai ga sehat.. awal2,, masaknya suka jd kacau,, jd kaya “anyep” gt,,

Awalnya emang rada bosen,, kok kaya’nya gini2 melulu makanannya. Tapi alhamdulillah suami sangat support..

Kuncinya ada di pinter2nya mengkreasi bumbu dan sayur,, biarpun serba kukus/rebus,,insyaAlloh tetep enak ^^

Yah,, sekedar share aja…. ini beberapa hal yang sudah kulakuin untuk mewujudkan pola masak sehat ^_^

1. “Nggoreng” telur tanpa minyak… mensiasatinya, “goreng” dg api kecil,, shg telur tidak cepet gosong
2. Adakala,, telur dadar/omelet pun hanya dikukus. Perkedel, Tahu,, dll hehe. Resepnya sama kaya’ telur dadar dan perkedel pada umumnya… dikukus biasa, kadang ana tambahin bbrp tetes minyak zaitun
3. Makanan yg perlu santan… aku pakenya santan encer saja,, atoo,, santan kental tapi cuma dikit, ato ganti sebagian porsi santan dg susu kedelai,, tao yg sudah biasa, ato bisa diganti pula dg susu. => penggantian tergantung makanan yg mau dimasak………….. tapi sejauh ini, bisa dibilang aku jaraaaaanggg banget masak makanan yg ada santannya,,
4. Klo menumis,, gunakan minyak setengah dr yg biasanya.. ato pake minyak padi (aku ga suka pake minyak jagung, soalnya bikin makanan lengket di wajan)
5. Klo goreng2,, usahakan minyak yg baru ato minimal kondisi msh terlihat bagus
6. tapi klo aku sih,, selama lauk tsb msh cukup enak utk dikukus (dg sedikit dikreasikan di bumbu agar ttp nikmat) ya lebih milih dikukus/rebus
7. Klo masak terong,, mau di balado misalnya,,, ana kukus dg dikasih minyak zaitun,, ato klo yg blm biasa,, ana goreng sbentar bgt
8. masak ayam…. dr awal ketika mbersihin ayam, kulitnya aku buang,, pernah baca disebuah buku (maaf, lupa sumbernya).. ketika kita makan ayam yg dari awal tetap mengikut-sertakan kulitnya, meskipun ketika makan kita ga makan kulitnya,, tapi kolesterol dlm masakan masih tetap tinggi…. Jadi percuma aja kita ga makan kulitnya, kecuali bagian kulit sudah kita singkirkan sejak awal proses memasak
9. Selalu berusaha menyelipkan sayuran pada masakan apapun yg pd resep aslinya sbnrnya tak ada sayurnya
10. Jangan sediakan MSG di rumah. apapun alasannya. ALhamdulillah, masak ga pernah pake MSG. bagi yg blm biasa,, biasakanlah, hehe. Atasi dg kreasi bumbu ato ganti dg sedikit kecap (detikfood)

11.  Prinsip penting! Memanggang itu lebih baik daripada membakar! jadi, jauhi makanan bakar-bakaran ^^
12. Ketika memasak sayur, pastikan kita melakukannya dengan tehnik yang benar..  perhatikan suhu dan waktu masak agar zat gizinya tidak hilang

13. Mempunyai temen yang mempunyai visi dan misi yang sama dlm mewujudkan pola masak sehat tentunya sangat membantu
Hhmm,, apa lagi yah,,, sementara baru ini yang terdokumentasi… insyaAlloh,, semoga kemampuan masakku bisa makin berkembang…. Kali aja ntar bisa ikutan Master Chef, hehe

Ingat… kita tidak hanya butuh makanan yang enak di lidah, tetapi juga “enak” untuk tubuh kita..