Arsip

Tips Memasak 2: Yukz, Bersahabat dengan Garam

Masak sayur tanpa garam? Fuuuf, hambar! Kurang enak rasanya. Tapi, garam kan kurang bersahabat dg tubuh. Tingginya supan garam dapat meningkatkan resiko terkenanya tekanan darah tinggi. Belum lagi ginjal yang harus bekerja keras akibat membuang kelebihan sodium.

Garam mengandung unsur Natrium (sodium) dan Khlor (NaCl). Sodium inilah yang sebenarnya dibutuhkan untuk mengatur keseimbangan cairan tubuh dan kinerja transmisi syaraf dan otot. Unsur ini sebenarnya sudah bisa kita dapat dari bahan makanan lain seperti daging, ikan hingga keju. Namun, bagi kebanyakan orang Indonesia, rasanya kurang menggigit jika sodium tidak bertemu khlor. Artinya, tetap saja kita lebih suka menggunakan garam.

Anjuran mengonsumsi garam per hari sekitar 2.300 mg atau sekitar setara 1 sendok teh. Namun, siapa tahu jumlah garam yang terdapat pada makanan yang kita makan??

Tapi, apakah kita sampai perlu benar2 menghilangkan garam dari masakan kita? Bagaimanapun garam memiliki beberapa manfaat, antara lain: memberi rasa asin pd masakan, memberi efek rasa gurih pada masakan bercita rasa manis atau kue, memaksimalkan kerja ragi pada pembuatan roti, membuat putih telur kocok cepat kaku dan tahan lama karena garam membantu proses protein pada telur cepat mengembang, menguatkan cita rasa sayuran, di samping menjaga kandungan mineral sayur tidak larut dalam air. Serta untuk mengawetkan makanan.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk bisa bersahabat dg garam. Bagaimana caranya? Simak deh tips2 berikut:

1. Sayur dan sup KALENGAN, daging olahan, dan aneka makanan berpengawet cenderung mengandung sodium yang tinggi. Karena itu lebih baik MEMILIH bahan MAKANAN dalam kondisi SEGAR.

2. BATASI KONSUMSI bahan makanan kemasan berpengawet. Seperti sosis atau daging asap. Juga makanan yang diawetkan dalam garam/ cuka seperti acar. Atau bumbu kemasan kecap atau saus tomat. Jika anda penyuka ikan asin, tak ada salahnya mengurangi frekuensinya dalam hidangan harian keluarga.

3. PILIHLAH MAKANAN yang mencantumkan ”reduced sodium” atau ”lower sodium” pada kemasannya. Sayur dan sup kalengan biasanya menyediakan versi rendah sodium. Begitu pula aneka kreker yang memberi pilihan rendah garam dan variasi lain yang lebih sehat.

4. Dalam memilih snack pun, PERHATIKAN BERAPA KANDUNGAN SODIUM snack tersebut. Pilih snack yang kandungan sodiumnya rendah.

5. SAAT MEMASAK, cobalah hilangkan setengah bagian dari yang tercantum di resep anda. Dengan membiasakan hal ini, maka konsumsi garam akan berkurang dan lama-lama menjadi pola masak harian anda.

6. MASAKLAH DENGAN ANEKA REMPAH. Aroma dan rasanya akan mengurangi kebutuhan garam dalam masakan.

7. SINGKIRKAN GARAM meja di meja makan. Dengan demikian, anda tak punya alasan untuk menambahkan garam pada hidangan yang tersedia. (dan smoga anda tak terlalu rajin untuk sampai mengambil garam di dapur;p)

8. Jika saat anda memasak ternyata masakan anda terlalu asin, MASUKKAN SEPOTONG KENTANG ke dalam masakan yang sedang mendidih karena kentang menyerap asin.

Nah, jika anda sudah mengurangi asupan sodium, baik juga sambil MENINGKATKAN KONSUMSI POTASIUM. Jenis mineral ini baik bagi kesehatan jantung. Fungsinya antara lain membantu mengatur tekanan darah, menjaga kontraksi jantung, dan dapat mencegah stroke. Potasium banyak terdapat dalam sayur dan buah. Dan kebetulan, sayur dan buah mengandung sodium yang rendah. Jadi sunggguh klop untuk membantu anda bersahabat dengan garam.

# # Plus-plus: saya paling suka dg tips no 5 dan 6. Menurut saya, dua tips tersebut adalah tips yang paling efektif dan bermanfaat. Dua tips yang sebaiknya dikombinasikan. Karena, jika takaran garam dikurangi, biasanya cita rasa masakan jadi agak lemah. Maka, untuk mengakalinya adalah dengan memasak memakai aneka rempah. Atau, dengan mengotak-atik takaran dari rempah-rempah yg kita gunakan agar cita rasanya tetap selezat klo pake garam banyak. Nah, di sinilah kemampuan memasak kita diuji (Ceileee…). Soalnya, klo takaran rempah2nya ga pas, ntar cita rasa masakannya bisa jadi ”tak terdefinisikan” (sakiiing aneh rasanya;p)

Referensi:
1. Kamus Lengkap Bumbu Indonesia, Odilia Winneke dan Rinto Hapsari, Penerbit Gramedia, Jakarta 2001
2. Majalah Sedap, Paduan Cita rasa dan Seni Kuliner. Edisi 3/VIII/2007

Iklan

Tips Memasak 1: Bagaimana Menghafal Resep

Masak itu susah. Gitu kata teman2 yg belum biasa memasak (t’masuk aku;p). Tapi sayang dunk klo kesempatan meraih pahala disia-siakan begitu saja.
Dg memasak bisa meraih pahala? iya dunk, insya Alloh. karena memasak makanan adalah salah satu wujud pelayanan seorang istri pada suami dan keluarga. Tak sekedar memasakkan makanan yang enak dan bergizi, tapi yang lebih penting lagi adalah memasak makanan yang halal.

Klo dah diiming-imingi pahala, biasanya temen2 jadi semangat latihan masak;) tapi, yg namanya kendala ada aja. Mulai dari ga tahu resepnya, ga mengerti tehnik memasak, ga tahu bahan, dll.

Mungkin banyak dr kita ngeluh,
”Aku dulu pernah masak sayur lodeh. Tapi sekarang dah lupa, bumbunya apa aja yach?”
”Masakan segitu banyaknya…. gimana caranya bisa hafal apa aja bumbunya? Masa’ iya, tiap mau masak harus buka buku resep dulu.”

Dua kendala di atas juga menimpa saya.
Awal memasak ketika dulu masih ngekoz, saya masih suka sms ibu untuk skedar tanya, “Bu, bumbu2nya sayur lodeh apa aja? Klo sambal terong? dll”
Pasalnya, meski udah cukup sering masak masakan tertentu, saya masih juga suka lupa.
Akhirnya, tiap tanya ibu, langsung saya catat. Biar klo kpn2 mw masak, ga perlu tanya ibu lagi. Tapi… itu kan berarti masih harus liat catatan? Para ibu itu, kok bisa sih hafal resep segitu banyaknya?

Wow!!! Ternyata ada tipsnya lho, gimana caranya ”menghafal” resep :

1. Kenalilah bumbu-bumbu dasar masakan

Klo diamati, berbagai macam masakan indonesia itu mempunyai pola bumbu dasar yang sama. Oleh karena itulah akhirnya kita mengenal 3 macam bumbu dasar. Bumbu dasar merah, bumbu dasar putih, dan bumbu dasar kuning. Nah, masing-masing bumbu dasar ini nantinya bisa menjadi berbagai macam masakan dengan ditambah beberapa bumbu tambahan.
Contohnya:
Bumbu dasar merah: bisa dibuat rica-rica ayam, kering kentang, telur bumbu Bali, rendang, pepes, masakan2 yang ada unsur sambal baladonya, dll.
Bumbu dasar putih: tahu tempe bacem, gudeg, terik daging, sayur bobor, sayur lodeh, dll.
Bumbu dasar kuning: ayam goreng, kari, pepes, nasi kuning, dll
Oya, ada lagi bumbu Tumis. Bumbu tumis ini bisa dipakai untuk berbagai macam masakan yang ditumis.
Nah, daripada susah2 ngapalin bumbu, kenali saja… masakan ini, bumbu dasarnya apa?? Kemudian yg mgkn agak butuh utk diingat2, bumbu tambahannya apa?

Memang, ada juga masakan yg ga masuk ke salah satu bumbu dasar. Tapi, klo kita amati, bagaimanapun tiap jenis masakan punya pola bumbu dasar tertentu. Bahkan ga cuma sayuran atau lauk pauk, tapi juga kue-kue atau roti, dll. Cukup kita tahu resep dasarnya apa… dan insya Alloh kita bisa membuat berbagai kreasi masakan/ kue/ roti/ kudapan.

NB: ttg macam2 bumbu dasar, silahkan cari sendiri di buku resep/ internet yach;p
<klo saya, lebih suka bikin racikan bumbu dasar sendiri (baik komponen bumbu2nya maupun takaran), sesuai resep2 yg udah saya punya. Jadi ga manut ma yg di buku2 resep. Krn lebih sesuai ma resep keluarga. Dan krn bikin sendiri, lebih mudah diingat >

2. Kenalilah karakteristik bumbu dan bahan

Karakter bumbu meliputi rasa, bau, tekstur, wujud, warna, dll. (temen2 farmasi, masih ingat praktikum organoleptik kita paz smstr2? Organoleptik obat tapinya;p temen2 di TPHP mungkin lebih ahli dlm masalah organoleptik makanan;) )
Kenali juga manfaatnya. Manfaat artinya: dengan rasa yang dimiliki sang bumbu, maka ia cocok untuk masakan apa.
Kemudian kenali penggunaannya. Penggunaan artinya: bagaimana cara menggunakan bumbu tersebut, sesuai dg masakan yg hendak dibuat. Misal: daun kunyit dibuat seperti tali simpul dulu dan dicabik-cabik sebelum dimasukkan ke dlm masakan agar aroma yg kluar sempurna. Bawang putih, untuk bumbu masakan X, lebih cocoknya diiris/ dihaluskan/ dimemarkan/ dicincang kasar??
Dengan cara penggunaan bumbu yg benar, maka rasa masakan pun makin lezaaaaat. Meski bumbu2nya udah benar, tapi digunakan dg cara yg salah, maka rasa masakan pun bisa jadi kacau balau.

Ibu pernah bilang, salah satu cara mudah mengingat bumbu adalah mencocokkan rasa masakan yang akan kita masak dengan bumbu yg kita pake.
Misal: mau masak sayur bening (bayam). Rasanya kan seger tuh. Kaya’nya lebih cocok pake kencur deh. Ga mungkin jahe. (soalnya saya dulu pernah hampir salah… pake jahe, hehe. Untung ketahuan ibu. Klo ga, gimana coba rasanya????).
Trus ibu njelasin, kencur itu cocoknya untuk masak ini, ini dan ini. Klo jahe, cocoknya untuk masak itu, itu, dan itu.

Dengan mengenali karakter bumbu (dan bahan), juga lebih memudahkan kita klo mau bikin masakan baru. Kreasi sendiri gitu;))

3. Sering Memasak

Weiiiits… Jawaban klasik. Tapi begitulah. Ini seperti menghafal, dg cara membaca berulang-ulang. Tanpa sadar, otak pun sudah membentuk memori di dalam dirinya.
Tapi tak melulu agar hafal, tapi lebih ke meningkatkan sensitifitas lidah dlm merasa, hidung dlm mencium aroma, mata dalam melihat wujud masakan, dll.

Oke, selamat m’masak… dan jangan lupa kirim2 hasil masakannya. Tapi yg dikirim ke aku yg enak-enak aja yach ;))

Pola Masak Sehat?!? Of Course!

Alhamdulillah…. genap sudah,,, 8 bulan berusaha memasak sehat,,, Alhamdulillah dapat lingkungan yg mendukung. Dulu pas msh lajang, aku sulit mempraktekinnya, alhamdulillah stelah nikah,, justru suami yg minta, dan beliau slalu protes klo masakannya beliau nilai ga sehat.. awal2,, masaknya suka jd kacau,, jd kaya “anyep” gt,,

Awalnya emang rada bosen,, kok kaya’nya gini2 melulu makanannya. Tapi alhamdulillah suami sangat support..

Kuncinya ada di pinter2nya mengkreasi bumbu dan sayur,, biarpun serba kukus/rebus,,insyaAlloh tetep enak ^^

Yah,, sekedar share aja…. ini beberapa hal yang sudah kulakuin untuk mewujudkan pola masak sehat ^_^

1. “Nggoreng” telur tanpa minyak… mensiasatinya, “goreng” dg api kecil,, shg telur tidak cepet gosong
2. Adakala,, telur dadar/omelet pun hanya dikukus. Perkedel, Tahu,, dll hehe. Resepnya sama kaya’ telur dadar dan perkedel pada umumnya… dikukus biasa, kadang ana tambahin bbrp tetes minyak zaitun
3. Makanan yg perlu santan… aku pakenya santan encer saja,, atoo,, santan kental tapi cuma dikit, ato ganti sebagian porsi santan dg susu kedelai,, tao yg sudah biasa, ato bisa diganti pula dg susu. => penggantian tergantung makanan yg mau dimasak………….. tapi sejauh ini, bisa dibilang aku jaraaaaanggg banget masak makanan yg ada santannya,,
4. Klo menumis,, gunakan minyak setengah dr yg biasanya.. ato pake minyak padi (aku ga suka pake minyak jagung, soalnya bikin makanan lengket di wajan)
5. Klo goreng2,, usahakan minyak yg baru ato minimal kondisi msh terlihat bagus
6. tapi klo aku sih,, selama lauk tsb msh cukup enak utk dikukus (dg sedikit dikreasikan di bumbu agar ttp nikmat) ya lebih milih dikukus/rebus
7. Klo masak terong,, mau di balado misalnya,,, ana kukus dg dikasih minyak zaitun,, ato klo yg blm biasa,, ana goreng sbentar bgt
8. masak ayam…. dr awal ketika mbersihin ayam, kulitnya aku buang,, pernah baca disebuah buku (maaf, lupa sumbernya).. ketika kita makan ayam yg dari awal tetap mengikut-sertakan kulitnya, meskipun ketika makan kita ga makan kulitnya,, tapi kolesterol dlm masakan masih tetap tinggi…. Jadi percuma aja kita ga makan kulitnya, kecuali bagian kulit sudah kita singkirkan sejak awal proses memasak
9. Selalu berusaha menyelipkan sayuran pada masakan apapun yg pd resep aslinya sbnrnya tak ada sayurnya
10. Jangan sediakan MSG di rumah. apapun alasannya. ALhamdulillah, masak ga pernah pake MSG. bagi yg blm biasa,, biasakanlah, hehe. Atasi dg kreasi bumbu ato ganti dg sedikit kecap (detikfood)

11.  Prinsip penting! Memanggang itu lebih baik daripada membakar! jadi, jauhi makanan bakar-bakaran ^^
12. Ketika memasak sayur, pastikan kita melakukannya dengan tehnik yang benar..  perhatikan suhu dan waktu masak agar zat gizinya tidak hilang

13. Mempunyai temen yang mempunyai visi dan misi yang sama dlm mewujudkan pola masak sehat tentunya sangat membantu
Hhmm,, apa lagi yah,,, sementara baru ini yang terdokumentasi… insyaAlloh,, semoga kemampuan masakku bisa makin berkembang…. Kali aja ntar bisa ikutan Master Chef, hehe

Ingat… kita tidak hanya butuh makanan yang enak di lidah, tetapi juga “enak” untuk tubuh kita..

Segarnya Puding Wortel

Puding selalu jadi makanan segar… enak dimakan ketika pulang kantor atau capek bekerja… tapi sayang kan klo kita cuma nyari kesegarannya thok… sayang kan…

Kebetulan nemu resep ini di Group Dapur Aisyah. Tak hanya segar tapi juga bergizi. It’s posted by Ummu Yahya Malda….

Bahan:

1 buah wortel

santan sekitar 500ml (lebih gpp) dari kelapa parut Rp 2.000,-

1,5 bks agar-agar putih bubuk swallow globe

gula dan garam secukupnya

air bila diperlukan (klo ana kemarin ditambahi air 100ml lebih)

susu kental manis secukupnya saja (jangan banyak2)

2 buah jeruk medan, peras, ambil airnya

Cara membuat :

1. Siram kelapa parut dengan air masak. Remas2 sebentar. Lalu peras di saringan, ambil santannya. Sisihkan.

2. Kupas wortel, belah-belah, buang tengahnya yang berwarna kuning. Blender dengan santan sampai benar-benar halus.

3. Siapkan panci. Masukkan jus wortel-santan tadi ke dalam panci. Campurkan dengan agar2 bubuk, gula, garam, susu kental manis dan air (bila adonan agar-agar dirasa kurang air, boleh ditambahkan air masak)

4. Masak adonan puding sampai mendidih. Aduk-aduk terus supaya agar2 tdk menggumpal. Sambil dicicipi ya ibu2, karena saya nda pakai takaran, jadi disesuaikan saja dengan selera kita. Setelah mendidih, biarkan uapnya menghilang/berkurang.

5. Setelah cukup hangat/tidak panas lagi, masukkan air perasan jeruk medan. Aduk rata.

6. Siapkan cetakan agar2 atau cup puding (anak2 suka ini, karena seperti jajanan..hehe). Tuang adonan puding sampai habis. Biarkan sebentar sampai dingin. Masukkan ke dalam kulkas. Setelah itu, siap disajikan.

Selamat mencoba…

note : air jeruk dimasukkan terakhir dan saat adonan puding tidak panas karena sebagian zat2 nutrisi dlm jeruk mudah sekali rusak dlm suhu tinggi (juga dlm 20 menit sudah rusak antioksidannya, cmiiw..)